Digital Nomad: Pengertian, Pro & Kontra, Hingga Tipsnya!

Digital Nomad: Pengertian, Pro & Kontra, Hingga Tipsnya!
Work from Cafe, photo from Pexels/Samer Daboul

Akhir-akhir ini, digital nomad menjadi salah satu jenis pekerjaan yang sering dibicarakan banyak orang. Pasalnya, menjadi digital nomad dinilai mampu memberikan kebebasan seseorang untuk menjelajahi berbagai tempat sambil bekerja, sehingga memiliki banyak waktu luang untuk melakukan travelling tanpa adanya kewajiban untuk bekerja dari kantor seperti kebanyakan orang. Sebenarnya, apa sih, digital nomad itu? Intip definisi, pro dan kontra, hingga tips untuk menjadi digital nomad pada artikel ini, ya!

Apa Itu Digital Nomad?

Digital Nomad, photo from Pexels/Andrea P 

Digital nomad, berasal dari dua kata yaitu “digital” yang merujuk pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dan dilakukan secara digital, serta “nomad” yang memiliki arti nomaden, atau hidup berpindah tempat dari suatu tempat ke tempat lainnya.

Well, jika disimpulkan, digital nomad merupakan seseorang yang mampu menyelesaikan pekerjaan dari mana saja, sambil melakukan gaya hidup seseorang. Sebagai contoh, seorang digital nomad yang senang travelling ke pegunungan, bisa saja melakukan pekerjaan sambil menikmati pemandangan alam yang memukau.

Nggak heran, kalau digital nomad menjadi tren yang terus berkembang akibat perkembangan teknologi. Apalagi, saat ini, banyak kantor yang membebaskan para karyawannya untuk bekerja di mana saja (work from anywhere/WFA) sejak munculnya pandemi Covid-19 di dunia.

Setelah kamu mengetahui apa itu digital nomad, intip berbagai kelebihan dan kekurangannya, serta jenis pekerjaan yang bisa dilakukan serta tips-nya, ya!

Pro & Kontra Menjadi Digital Nomad

Photo from Pexels/Julie Aagard

Setiap pekerjaan tentu memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing, termasuk menjadi digital nomad. Lalu, apa saja sih, pro dan kontra menjadi seorang digital nomad?

Kelebihan

Banyak kelebihan yang bisa dirasakan oleh seorang digital nomad, di antaranya:

  • Kebebasan untuk Bekerja Kapan Saja

Umumnya, menjadi digital nomad berarti kamu tidak memiliki keterikatan kapan waktu kamu harus bekerja. Kamu bisa saja bekerja di malam hari atau siang hari, di jam yang sesuai dengan keinginan kamu, hingga bekerja di akhir pekan.

  • Tidak Perlu Datang ke Kantor

Kewajiban untuk datang ke kantor memang memiliki banyak kontra, mulai dari lebih banyak waktu yang dibutuhkan untuk berangkat kerja, hingga biaya ongkos yang tak murah. Untungnya, menjadi digital nomad membebaskan kamu bekerja di mana saja dan tidak ada kewajiban untuk datang setiap hari ke kantor.

  • Liburan Sambil Bekerja

Salah satu tren yang saat ini banyak dilakukan orang-orang adalah berlibur sambil bekerja. Menjadi digital nomad juga memungkinkan kamu untuk melakukan hal ini, lho.

  • Memiliki Banyak Koneksi

Salah satu kelebihan digital nomad adalah memungkinkan kamu untuk memiliki banyak koneksi, termasuk orang-orang yang berasal dari luar negeri. Hal ini bisa terjadi jika kamu memiliki client mancanegara.

  • Upah Lebih Tinggi

Menerima client dari mancanegara juga bisa memberikan kamu penghasilan yang lebih tinggi, lho. Hal ini dikarenakan tingginya standar upah/gaji dibandingkan standar di Indonesia. Jadi, kamu bisa mengikuti standar upah yang lebih tinggi dan dibayar menggunakan mata uang asing seperti Dollar, Yen, hingga Euro.

  • Kebebasan untuk Bersosialisasi

Tidak hanya sambil jalan-jalan dan liburan, menjadi digital nomad juga bisa membebaskan kamu untuk bersosialisasi dengan rekan kamu sesering mungkin. Kamu bisa saja nongkrong di berbagai cafe kece sambil berbincang bersama teman-teman kamu.

Kekurangan

Menjadi digital nomad juga memiliki beberapa kekurangan yang perlu kamu perhatikan lho, di antaranya adalah:

  • Tidak Memiliki Penghasilan Tetap

Kekurangan menjadi digital nomad yang pertama adalah tidak tetapnya penghasilan yang didapatkan. Hal ini karena project/pekerjaan yang diterima setiap bulannya bisa jadi berbeda, sehingga penghasilan yang belum tentu menentu. Makanya gak heran, kalau pada digital nomad biasanya memiliki lebih dari satu pekerjaan/project yang dikerjakan dalam waktu yang sama sekaligus.

  • Jam Kerja Terlalu Fleksibel

Kebebasan yang dimiliki digital nomad bisa menjadi dampak buruk jika tidak diatur dengan baik. Misalnya, digital nomad bisa saja bekerja seharian penuh tanpa beristirahat untuk mengejar deadline yang ada.

  • Harus Memiliki Jaringan Internet yang Baik

Biasanya, digital nomad selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lainnya sambil bekerja. Karena digital nomad bekerja dengan hanya mengandalkan koneksi internet untuk berhubungan langsung dengan client, maka jaringan internet yang baik selalu dibutuhkan.

  • Selalu Berpindah-pindah Tempat

Pada awalnya, berpindah tempat ke tempat memang terasa menyenangkan para digital nomad. Namun terlalu sering berpindah-pindah juga bisa menyebabkan kelelahan, munculnya rasa jenuh hingga bosan, lho.

Profesi dan Tips Menjadi Digital Nomad

Photo from Pexels/Element5 Digital

Menjadi digital nomad memang merupakan profesi yang menarik. Karena, selain memiliki kebebasan bekerja di mana saja, kamu juga bisa mencoba berbagai macam project dari berbagai macam negara dan memperluas relasi kamu.

Berikut adalah beberapa pekerjaan yang bisa dilakukan oleh digital nomad:

  • Content writing
  • Graphic design
  • UI/UX writing
  • UI/UX design
  • Web developer
  • Mentor
  • Digital planner
  • Dan masih banyak lagi

Buat kamu yang ingin menjadi seorang digital nomad, yuk ikuti tips di bawah ini!

  1. Tentukan keterampilan kamu dan identifikasi pekerjaan yang dapat kamu lakukan dari jarak jauh. Mulai dari Content Writer, Designer, Web Developer, dan masih banyak lagi.
  2. Setelah mengidentifikasi skill dan pekerjaan yang akan kamu kerjakan, buatlah portofolio online yang menampilkan pekerjaan-pekerjaan yang sudah kamu lakukan sebelumnya. Jangan lupa juga tuliskan pencapaian yang sudah kamu capai sebelumnya, ya!
  3. Bergabunglah dengan komunitas online dan temui digital nomad lain dari berbagai negara yang dapat memberikan saran dan dukungan. Kamu juga bisa mendapatkan pekerjaan dengan mengenal para digital nomad lainnya, lho.
  4. Jika kamu ingin bepergian sambil bekerja, susun anggaran biaya yang akan dikeluarkan untuk biaya perjalanan dan hidup sehari-hari.
  5. Carilah berbagai pekerjaan jarak jauh dari klien potensial yang bisa kamu kerjakan. Pastikan bayarannya sesuai dengan beban pekerjaan dan skill kamu, ya!
  6. Sebagai digital nomad, penting untuk menjaga disiplin agar tetap produktif. Kamu bisa menggunakan tools seperti Trello, Asana, atau Todoist untuk mengelola pekerjaan dan waktu yang kamu miliki. Meskipun menjadi digital nomad, work-life balance tetap harus berjalan!

Well, itu dia penjelasan, pro dan kontra, hingga cara menjadi digital nomad. Tentunya kamu setuju dong, menjadi digital nomad membutuhkan banyak keberanian, perencanaan yang matang, serta sifat disiplin yang tinggi. Selamat mencoba dan semangat, ya!